Barcelona memastikan langkah mereka ke babak 16 besar Copa del Rey 2025/2026 setelah meraih kemenangan 2-0 atas Guadalajara. Pertandingan babak 32 besar tersebut digelar di Stadion Pedro Escartin, Selasa malam waktu setempat, dan berjalan sesuai ekspektasi meski tidak sepenuhnya mudah bagi Blaugrana.

Dua gol kemenangan Barcelona dicetak oleh Andreas Christensen dan Marcus Rashford. Hasil ini menegaskan perbedaan kualitas antara tim raksasa La Liga dan wakil kasta ketiga, meski Guadalajara sempat memberikan perlawanan disiplin, terutama pada babak pertama.

Barcelona Tetap Waspada Sejak Awal

Barcelona turun dengan pendekatan yang cukup berhati-hati. Meski mendominasi penguasaan bola, tim asuhan Hansi Flick tidak langsung bermain terbuka. Blaugrana berusaha mengontrol tempo sambil mencari celah di pertahanan tuan rumah.

Justru Guadalajara yang lebih dulu menciptakan peluang berbahaya. Pada menit-menit awal, Manu Ramirez melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Sepakan tersebut masih bisa diamankan oleh Marc-Andre ter Stegen yang tampil tenang di bawah mistar.

Peluang itu menjadi peringatan awal bagi Barcelona. Setelahnya, Blaugrana mulai meningkatkan intensitas serangan dan menekan dari sisi sayap.

Kiper Guadalajara Tampil Gemilang

Barcelona mendapatkan peluang balasan melalui Eric Garcia. Bek tengah tersebut naik membantu serangan dan melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti. Namun, kiper Guadalajara, Dani Vicente, tampil sigap dan menggagalkan peluang tersebut.

Sepanjang babak pertama, Dani Vicente menjadi sosok kunci bagi Guadalajara. Ia beberapa kali mematahkan peluang Barcelona yang datang dari Marcus Rashford dan Fermin Lopez. Kombinasi umpan cepat Barcelona kerap menembus lini tengah, tetapi penyelesaian akhir belum menemui sasaran.

Guadalajara bertahan dengan blok rendah dan mencoba memanfaatkan serangan balik. Meski jarang menguasai bola, mereka cukup disiplin dalam menjaga area pertahanan.

Babak Pertama Berakhir Tanpa Gol

Hingga peluit tanda akhir babak pertama dibunyikan, skor masih imbang 0-0. Barcelona unggul jauh dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, tetapi belum mampu memecah kebuntuan.

Situasi ini membuat laga tetap terbuka. Guadalajara semakin percaya diri, sementara Barcelona harus mencari solusi agar tidak terjebak dalam permainan bertahan lawan.

Barcelona Tingkatkan Intensitas di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Barcelona tampil lebih agresif. Hansi Flick mendorong lini tengah untuk bermain lebih vertikal dan mempercepat aliran bola.

Marcus Rashford kembali mendapatkan peluang emas di awal babak kedua. Ia menerima umpan terobosan dan melepaskan tembakan keras, tetapi lagi-lagi Dani Vicente berhasil menggagalkan peluang tersebut.

Tekanan Barcelona semakin meningkat. Frenkie de Jong mulai lebih sering naik membantu serangan, sementara Lamine Yamal aktif membuka ruang di sisi kanan.

Christensen Pecah Kebuntuan

Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-77. Barcelona memanfaatkan situasi bola mati yang berujung kemelut di depan gawang Guadalajara. Andreas Christensen tampil sebagai penentu dengan menyambut umpan dari Frenkie de Jong dan mengarahkan bola ke gawang.

Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Guadalajara yang sebelumnya tampil disiplin mulai kehilangan fokus setelah kebobolan.

Guadalajara Coba Bangkit, Barcelona Tetap Tenang

Setelah tertinggal, Guadalajara mencoba keluar dari tekanan. Mereka berusaha menaikkan garis pertahanan dan mencari gol penyama. Namun, upaya tersebut justru memberi ruang lebih besar bagi Barcelona untuk melakukan serangan balik.

Barcelona tetap bermain tenang dan tidak terburu-buru. Pengalaman para pemain senior membuat Blaugrana mampu mengontrol jalannya pertandingan di menit-menit akhir.

Rashford Pastikan Kemenangan

Menjelang laga berakhir, Barcelona memastikan kemenangan. Pada menit ke-90, Lamine Yamal mengirimkan umpan matang ke kotak penalti. Marcus Rashford dengan tenang menyelesaikan peluang tersebut dan mengubah skor menjadi 2-0.

Gol Rashford sekaligus menutup perlawanan Guadalajara. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah dan Barcelona memastikan tiket ke babak berikutnya.

Evaluasi Positif bagi Barcelona

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Barcelona di tengah jadwal kompetisi yang padat. Meski tidak menang dengan skor besar, Blaugrana menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi tim yang bermain defensif.

Hansi Flick menilai pertandingan ini sebagai ujian konsentrasi. Barcelona tidak terpancing bermain terburu-buru dan tetap setia pada rencana permainan.

Rotasi pemain juga berjalan cukup baik. Beberapa pemain muda mendapat menit bermain tanpa mengorbankan stabilitas tim secara keseluruhan.

Fokus ke Babak 16 Besar

Dengan hasil ini, Barcelona dijadwalkan tampil di babak 16 besar Copa del Rey pada 14 Januari 2026. Status sebagai juara bertahan membuat ekspektasi terhadap Blaugrana tetap tinggi.

Copa del Rey menjadi salah satu target penting Barcelona musim ini. Selain menjaga peluang meraih trofi, kompetisi ini juga menjadi ajang rotasi dan pembuktian kedalaman skuad.

Kemenangan atas Guadalajara memang bukan laga paling spektakuler. Namun, hasil tersebut menegaskan satu hal. Barcelona masih tahu bagaimana cara menang di laga-laga sistem gugur, bahkan saat menghadapi perlawanan disiplin dari lawan yang berada di bawah level mereka.

Baca Juga : Chelsea Maju ke Semifinal Piala Liga Usai Singkirkan Cardiff 3-1

By admin