Pergantian tahun belum membawa perubahan berarti bagi Sassuolo. Bermain di kandang sendiri, Stadion Mapei, Neroverdi harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 1-1 oleh Parma pada lanjutan giornata ke-18 Serie A, Sabtu (3/1/2026) malam WIB. Hasil ini memperpanjang tren negatif Sassuolo yang belum meraih kemenangan dalam empat laga terakhir.
Sorotan pertandingan ini tentu tertuju pada bek diaspora Indonesia, Jay Idzes, yang kembali dipercaya tampil sejak menit pertama. Idzes tampil penuh selama 90 menit dan menjadi bagian penting dari lini belakang Sassuolo. Namun, satu momen krusial membuat usahanya tak cukup untuk mengamankan tiga poin bagi tim tuan rumah.
Awal Menjanjikan Sassuolo di Hadapan Publik Sendiri
Sassuolo memulai laga dengan kepercayaan diri tinggi. Dukungan publik Stadion Mapei membuat tuan rumah tampil agresif sejak menit awal. Tekanan itu membuahkan hasil cepat pada menit ke-12. Gelandang Norwegia, Kristian Thorstvedt, sukses memecah kebuntuan lewat sundulan tajam setelah memanfaatkan umpan silang dari sisi sayap.
Gol tersebut sempat memberi harapan bahwa Sassuolo akan mengakhiri paceklik kemenangan yang sudah menghantui mereka sejak beberapa pekan terakhir. Secara permainan, Sassuolo tampak lebih dominan dalam penguasaan bola dan mampu mengontrol tempo laga.
Namun, keunggulan itu ternyata rapuh. Parma perlahan bangkit dan mulai berani keluar dari tekanan. Transisi cepat yang mereka lakukan beberapa kali merepotkan lini belakang Sassuolo, termasuk Jay Idzes yang harus bekerja ekstra mengawal area pertahanan.
Gol Pellegrino di Hadapan Jay Idzes
Petaka bagi Sassuolo datang hanya 12 menit setelah gol pembuka. Mateo Pellegrino memanfaatkan bola liar di luar kotak penalti dan berhadapan langsung dengan Jay Idzes. Dalam situasi yang terlihat cukup terkendali, Pellegrino justru melepaskan tendangan melengkung yang akurat.
Bola meluncur deras melewati jangkauan kiper Arijanet Muric dan bersarang di gawang Sassuolo. Gol ini menjadi momen krusial yang mengubah arah pertandingan. Meski Idzes berada di posisi yang cukup dekat, kualitas eksekusi Pellegrino membuat adangan bek asal Indonesia itu tak berarti.
Gol penyeimbang ini membuat tempo pertandingan berubah. Sassuolo terlihat sedikit kehilangan momentum, sementara Parma semakin percaya diri untuk mengimbangi permainan tuan rumah.
Babak Kedua: Idzes Menebus Kesalahan
Memasuki babak kedua, Sassuolo mencoba kembali mengambil inisiatif serangan. Jay Idzes, yang sempat “kalah” dalam duel pada gol Pellegrino, menunjukkan mentalitas positif. Baru tiga menit babak kedua berjalan, Idzes berhasil mematahkan peluang emas Pellegrino melalui tekel bersih yang disambut aplaus publik.
Momen tersebut menunjukkan konsistensi Idzes sebagai bek yang tangguh dan disiplin. Sepanjang babak kedua, ia beberapa kali memenangkan duel udara dan membaca pergerakan lawan dengan baik. Sayangnya, solidnya lini belakang tidak sepenuhnya diimbangi ketajaman lini depan Sassuolo.
Beberapa peluang yang tercipta gagal dimaksimalkan. Parma sendiri bermain lebih pragmatis, fokus menjaga keseimbangan dan sesekali mengancam lewat serangan balik cepat.
Empat Laga Tanpa Kemenangan, Alarm untuk Neroverdi
Hasil imbang ini membuat Sassuolo resmi menjalani empat laga beruntun tanpa kemenangan, dengan catatan tiga kali imbang dan satu kekalahan. Tambahan satu poin membuat mereka tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan koleksi 23 poin.
Bagi tim yang sempat digadang-gadang bisa bersaing di papan atas, tren ini jelas menjadi sinyal bahaya. Masalah utama Sassuolo bukan pada organisasi pertahanan semata, melainkan ketidakmampuan menjaga konsistensi permainan selama 90 menit penuh.
Parma sendiri tetap berada di papan bawah, tepatnya posisi ke-14 dengan 18 poin. Bagi tim tamu, satu poin di kandang Sassuolo sudah cukup berharga untuk menjaga jarak dari zona degradasi.
Jay Idzes dan Perannya di Sassuolo
Bagi Jay Idzes, laga ini kembali menunjukkan posisinya sebagai pilihan utama di lini belakang Sassuolo. Kepercayaan pelatih untuk memainkannya penuh menjadi indikator bahwa Idzes dianggap punya peran penting dalam struktur tim.
Meski sempat kecolongan pada gol Pellegrino, performa keseluruhan Idzes cukup solid. Ia menunjukkan keberanian dalam duel satu lawan satu, kemampuan membaca permainan, serta ketenangan dalam membangun serangan dari belakang.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, konsistensi menit bermain Idzes di Serie A menjadi kabar positif. Bermain reguler di liga top Eropa jelas akan berdampak pada perkembangan kualitas dan mental bertandingnya.
Tantangan Berat Menanti: Juventus di Depan Mata
Peluang Sassuolo untuk bangkit tidak datang dengan mudah. Pada laga berikutnya, Neroverdi harus menghadapi salah satu raksasa Italia, Juventus, yang dijadwalkan bertandang ke Stadion Mapei pada Rabu (7/1/2026) dini hari WIB.
Laga ini akan menjadi ujian berat, baik bagi Sassuolo maupun Jay Idzes secara individu. Juventus dikenal memiliki lini serang berpengalaman dan tajam, sehingga konsentrasi lini belakang akan sangat menentukan.
Jika Sassuolo gagal memanfaatkan laga ini untuk bangkit, tekanan dipastikan akan semakin besar. Paceklik kemenangan yang terus berlanjut bisa berdampak pada kepercayaan diri tim dalam jangka panjang.
Penutup: Harapan di Tengah Tren Negatif
Hasil imbang melawan Parma memang belum cukup untuk mengakhiri tren negatif Sassuolo. Namun, dari laga ini terlihat bahwa mereka masih memiliki fondasi permainan yang bisa dikembangkan. Jay Idzes menjadi salah satu elemen penting dalam upaya tersebut, meski satu momen krusial membuat namanya ikut disorot.
Bagi Sassuolo, kunci kebangkitan terletak pada konsistensi dan ketajaman di lini depan. Sementara bagi Idzes, setiap pertandingan Serie A adalah panggung pembuktian bahwa ia layak bersaing di level tertinggi sepak bola Italia.
Pertandingan melawan Juventus akan menjadi tolok ukur sesungguhnya: apakah Neroverdi mampu keluar dari paceklik kemenangan, atau justru semakin terjerembap di awal tahun 2026.
Baca Juga : Profil Liam Rosenior, Kandidat Pelatih Baru Chelsea
Cek Juga Artikel Dari Platform : liburanyuk

